10 Kesalahan Fatal dalam Mengirimkan Dokumen Lamaran Kerja Melalui JobsDB

Menulis Cover Letter pada Email

Internal Audit Indonesia's

Sejak kurang lebih dua minggu terakhir, saya melakukan eksperimen dengan mengiklankan beberapa posisi lowong di beberapa perusahaan klien saya melalui JobsDB, yang notabene sudah dikenal sebagai website paling populer di mata para job seekers.

Meskipun sejak awal bekerja di industri rekrutmen saya sudah menyadari bahwa beriklan di JobsDB ataupun job boards lainnya memerlukan kesabaran yang tinggi untuk menemukan kandidat yang tepat, tapi sampai hari ini terus terang saya masih saja takjub memperhatikan betapa cerobohnya banyak kandidat dalam mengirimkan dokumen lamaran kerja.

Saya mencoba mengumpulkan 10 kesalahan paling fatal yang umum saya temukan dari para kandidat yang mengirimkan aplikasi melalui JobsDB, yang tidak hanya memperkecil kemungkinan dimasukkan kedalam shortlist, tapi lebih parahnya… membuat aplikasi anda akan langsung dibuang atau dihapus.

10. Menggunakan cover letter standar

Menulis cover letter pada email ini sedikit banyak memang beresiko, karena bila anda tidak mengetahui bagaimana caranya menulis dengan teknik yang efektif dan…

Lihat pos aslinya 1.043 kata lagi

SKEMA FREKUENSI KONTER DENGAN IC LC7265

Para Elektonik hobiers mungkin ada yang mencari-cari seperti apa skema dari  FM Display di bawah iniFoto0593

Skematik rangkaian FM display

image074

 

Gambar di atas merupakan skema Frekuensi Konter dengan menggunakan IC LC7265 dan Prescaller LB3500 dengan display 7 segmen. LC 7265 merupakan IC Display untuk penerima FM, MW, LW (LED static display).

untuk LC7265 datasheet silahkan klik dibawah ini

Datasheet SANYO LC7265

untuk LB3500 datasheet silahkan klik dibawah ini

Datasheet SANYO LB3500

Selamat bereksperimen

Parameter antena

Parameter Antena

How Life Is

Antena (antenna) adalah perangkat yang berfungsi untuk memindahkan energi gelombang elektromagnetik dari media kabel ke udara atau sebaliknya dari udara ke media kabel. Karena merupakan perangkat perantara antara media kabel dan udara, maka antena harus mempunyai sifat yang sesuai dengan media kabel pencatunya.

Kinerja dan daya guna suatu antena dapat dilihat dari nilai parameter-parameter antena tersebut dimana parameter tersebut saling berhubungan. Parameter ini biasanya digunakan untuk menganalisa suatu antena. Adapun parameter antena tersebut diantaranya :

1. Impedansi masukan

Impedansi input suatu antena adalah impedansi pada terminalnya. Impedansi input akan dipengaruhi oleh antena-antena lain atau obyek-obyek yang dekat dengannya. Untuk mempermudah dalam pembahasan diasumsikan antena terisolasi.Impedansi antena terdiri dari bagain riil dan imajiner, yang dapat dinyatakan dengan :

                                                               …

Lihat pos aslinya 981 kata lagi

Kabel Coaxial

Kabel Coaxial

I just wanna say . . .

Pengertian

Kabel coaxial adalah sarana penyalur atau pengalirhantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah diubah menjadi sinyal–sinyal listrik. Kabel ini memiliki kemampuan yang besar dalam menyalurkan bidang frekuensi yang lebar, sehingga sanggup mentransmisikan kelompok kanal frekuensi percakapan atau program televisi. Kabel coaxial biasanya digunakan untuk saluran antar-setempat (interlocal) yang berjarak cukup dekat yakni, dengan jarak selebihnya 2.000 km. Kabel ini biasa dipakai untuk antena televisi, antenna pesawat komunikasi ( HT dan rig ) serta jaringan computer.

Lihat pos aslinya 865 kata lagi

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI

  1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti ‘sama’. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.  Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).

  1. Sejarah Komunikasi

Sejarah perkembangan komunikasi manusia dimulai sejak sekitar 53.000 tahun sebelum masehi. Pada waktu itu, jaman ini disebut dengan jaman cro-magnon. Diperkirakan bahasa sebagai alat komunikasi sudah dikenal pada jaman ini.

Menurut Rogers, era komunikasi dibagi menjadi empat yaitu era komunikasi tulisan, era komunikasi cetakan, era telekomunikasi, dan era komunikasi interaktif. Sebelum fase-fase tersebut Rogers mengungkapkan, pada masa-masa awal manusia melakukan kontak dengan sesuatu yang sangat sederhana. Gambar-gambar lukisan di goa-goa (cave painting) menunjukkan bagaimana manusia prasejarah mengekspresikan tentang apa yang terjadi dan dialaminya. Pada mulanya lukisan-lukisan tersebut tidak beraturan, namun lama kelamaan bentuk dan susunan gambarnya mulai menunjukkan kesinambungan. Hal ini sangat jelas bisa dilihat dari pictograph peninggalan kebudayaan Mesir yang ditemukan di makam-makam (piramida).

  1. Era Komunikasi Tulisan (The Writing Era)

Pada era ini terlihat jelas bahwa era komunikasi dimulai dengan tulisan yang mulai bisa dipahami yang dipelopori oleh bangsa Sumeria.  Hal ini dikembangkan lebih jauh saat ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Walau demikian pada masa-masa awal penggunaan mesin cetak itu hanyalah untuk menyalin kitab yang sebelumnya telah ditulis tangan oleh kalangan gereja dan tersebar sangat terbatas hingga masa renaisance.

  1. Era Komunikasi Cetakan (The Printing Era)

Rogers memaparkan bahwa fase ini komunikasi manusia lebih maju dengan memanfaatkan teknologi cetak.  Pada mulanya kemunculan bahan cetak ini berawal dari Cina dengan ditemukannya bahan baku pembuatan kertas. Selanjutnya teknologi pencetakan mulai berkembang dari Cina kemudian Korea hingga akhirnya ke Jerman dengan ditemukannya mesin cetak.  Kemajuan yang berkesinambungan dari canggihnya teknologi percetakan ini ditunjukkan pada 3 September 1883 saat dimana Bejamin Day untuk pertama kalinya menerbitkan surat kabar New York Sun atau dikenal juga dengan sebutan  “Penny Press” karena harga satu ekslempar surat kabar tersebut seharga satu penny atau satu sen.

  1. Era Telekomunikasi (The Telecommunication Era)

Pada era ini berimplikasi pada pengertian komunikasi dengan jarak yang berjauhan (communication at a long distance). Menurut Rogers (1986: 29-30) pada era  yang mulai berkembang pesat pada medium tahun 1800-an ini memasuki era teknologi elektronika. Rogers memulai era ini dengan mengambil moment pada saat  Samuel Morse pada tanggal 24 Mei 1844 menemukan suatu cara menyampaikan pesan melalui  kabel elektronika, belakangan dikenal dengan istilah telegraph,  dari Baltimore ke Washington DC dengan pesan yang sangat terkenal “What hath God Wrought?”.  Kehadiran telegraph memicu para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru, antara lain radio dan televisi.

  1. Era Komunikasi Interaktif (The Interactive Communcation Era)

Era ini merupakan era yang paling kontemporer dimana telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi dengan keberadaan komputer. Rogers mencatat era ini berawal dari ditemukannya ENIAC, sebutan untuk perangkat kerja komputer sederhana yang memiliki lebih dari 18.000 tabung lampu vacuum, di tahun 1946 oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Pensylvania.  Sepertiga abad kemudian penemuan sederhana ini menghasilkan perangkat yang lebih kecil, lebih canggih dan lebih fleksibel dalam penggunaannya.

  • Soal
  1. Apakah perbedaan antara teknologi 1G, 2G, 3G dan 4G ?
  2. Apakah perbedaan antara AMPS, GSM, CDMA, dan WiMax ?
  • Jawaban
    1. Generasi 1G

Teknologi 1G pertama kali ditemukan di tahun 1980 ketika AMPS di Amerika bekerjasama dengan TACS dan NMT di Eropa membuat terobosan di teknologi jaringan. Teknologi ini mengirimkan data (hanya data voice) dengan gelombang analog serta memiliki keterbatasan karena tidak terdapat enkripsi. Kualitas suara yang dikirimkan juga masih buruk dan kecepatan transfer hanya 9,6 kbps.

  1. Generasi 2G

Teknologi 2G merupakan kelanjutan dari teknologi awal 1G, teknologi ini memperbaiki kekurangan dari teknologi sebelumnya dengan memperkenalkan konsep modulasi digital. Modulasi digital ini dimaksudkan sebagai proses konversi suara menjadi code digital dan kemudian di konversi menjadi sinyal analog. Generasi kedua ini memiliki fitur CSD sehingga proses transfer data menjadi lebih cepat. Kecepatan transfer data berkisar 14,4 kbps.

  1. Generasi 2,5G

Teknologi 2,5G merupakan transisi antara teknologi 2G dengan 3G. Pada era ini juga teknologi seperti SMS, GPRS, EDGE, serta High Speed Circuit Switched Data mulai diperkenalkan. Teknologi GPRS bisa dibilang sebagai akar dari munculnya teknologi 4G. GPRS siap menggantikan CSD yang boros. GPRS lebih irit dibandingkan dengan CSD, karena menggunakan hitungan per-kilobyte dan tidak lagi per menit seperti yang ditawarkan CSD. Dengan menggunakan GPRS, maka pengguna bisa tersambung ke internet dimana saja dan kapan saja atau yang biasa disebut dengan “Always On. Secara teori, GPRS mampu mencapai kecepatan 100kbps.

  1. Generasi 3G

Teknologi 3G merupakan standar komunikasi mobile pada generasi sekarang. Teknologi ini mengijinkan layanan data dan layanan suara digunakan secara bersamaan dan menawarkan kecepatan hingga 2 Mbps, seperti video call, mobile TV, dll. Pada generasi ini pula, diperkenalkan EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution). EDGE ini diharapkan akan menjadi pengganti yang baik bagi teknologi GPRS sebelumnya. Dengan menggunakan EDGE maka pengguna bisa merasakan kecepatan 2 kali lipat dibandingkan dengan GPRS.

  1. Generasi 3,5G

HSDPA merupakan perkembangan teknologi pengaksesan data selanjutnya dari 3G. HSDPA umumnya disebut dengan teknologi generasi 3,5G, karena teknologi ini masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses HSDPA berkisar pada 480 kbps. Pada teknologi ini pula, CDMA 2000 diupgrade menjadi EVDO.

  1. Generasi 4G

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh.

 

    1. AMPS

AMPS (Advanced Mobil Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA(Frequency Division Multiple Access) untuk membagi-bagi bandwith radio yang tersedia ke pada sejumlah channel diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwith 1,25 MHz yang diberikan untuk penggunaan selular dibagi menjadi channel dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah channel maka tidak satupun subscriber lainnya dapat mengakses channel tersebut sampai panggilan pertama itu berhenti atau handed-off ke base station lainnya.

AMPS adalah salah satu teknologi komunikasi selular analog yang connection-oriented. Teknologi ini dirancang oleh Bell Labs pada tahun 1969. AMPS menggunakan frekuensi 800 MHz. Pada awalnya dirancang hanya untuk transmisi suara, lalu dikembangkan menjadi transmisi suara dan data. Jangkauan jaringan AMPS terbatas tergantung kepada infrastruktur jaringannya. Teknologi ini stabil untuk jaringan suara dan data. Kecepatan transmisinya berkisar antara 2,4 sampai 14,4 kbps. Troughput sangat dipengaruhi oleh interferensi dan noise. Teknologi ini diimplementasikan untuk suara, data, dan fax. AMPS termasuk teknologi usang karena sudah ada teknologi terbaru yang menawarkan teknologi lebih cepat, stabil, dan aman.

Sistem tersebut masih analog, bersifat lokal, dan pelayanannya sangat terbatas. Data analog pada sistem AMPS seperti suara yang diterima radio atau gambar televisi. Dengan teknologi AMPS, jarak menjadi kendala, semakin jauh jarak dua terminal telepon, suara yang dihasilkan semakin buruk. Perubahan cuaca juga mempengaruhi kualitas suara yang diterima.

AMPS (Advanced Mobile Phone System) Suatu sistem komunikasi wireless analog. Pesawat telepon seluler AMPS adalah terminal telepon yang dalam operasinya dapat dihubungkan dengan penyelenggara seluler system AMPS yang dapat digunakan untuk komunikasi suara dan data secara timbal-balik. AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar.

  1. GSM

GSM (Global System for Mobile Communications). Biasa disebut sebagai second-generation mobile communication technology atau 2G.

Jaringan GSM terdiri dari tiga bagian:

  • Mobile Station (MS) : sebenarnya MS adalah handset beserta SIM ( Subcriber Identity Module ). SIM adalah modul yang membuat handset mempunyai identitas dan sistem autentikasi tersendiri. Handset mempunyai nomor IMEI ( An International Mobile Equipment Identity ) sebagai identitas unik yang membedakan dengan handset lainnya.
  • Base Station (BS) : BS merupakan interface antara MS dan infrastruktur jaringan GSM.
  • Network : MSC ( Mobile Switching Center ) merupakan inti dari network GSM yang menangani registrasi, autentikasi, ruting percakapan, dan lain lain. Media transmisi dari MSC ke Base Station adalah fiber optic, kabel tembaga, dan microwave.

 

Ada empat jenis transmisi data di dalam jaringan GSM, yaitu:

  • SMS ( Short Messaging Service ) : berupa pesan text antar GSM devices yang menggunakan SMSC
  • SMSC ( Short Message Service Center ) sebagai gateway. Circuit-Switched Data : transmisi data sebesar 14,4 kbps. Untuk mentransmisikan data biasanya digunakan card/adapter sebagai penghubung antara komputer dan handset GSM.
  • GPRS ( General Packet Radio Service ) : transmisi data sebesar 114 kbps. GSM dengan GPRS service dikenal dengan 2.5G.
  • EDGE ( Enhanced Data Rates for GSM Evolution ) : transmisi data lebih cepat dari GPRS, yaitu sebesar 384 kbps. EDGE menggunakan frekuensi 800, 900, 1800, 1900 MHz.

GSM dengan teknik EDGE sangat cocok untuk layanan streaming multimedia dan aplikasi broadband lainnya. Dalam waktu dekat ini, salah satu operator selular di Indonesia sudah mulai mencoba menerapkan teknologi EDGE ini.

GSM telah menggunakan sistem digital, namun jarak masih menjadi kendala jaringannya. Demi efisiensi penggunaan frekuensi, jaringan GSM harus menggunakan BTS (base transceiver station) untuk transfer data antarwilayah. Makanya, banyak menara BTS tersebar di berbagai tempat saat ini sebab jarak maksimum daya pancar BTS hanya 35 kilometer.

Di atas platform GSM dikembangkan teknologi GPRS (General Packet Radio Services) yang dapat melakukan transfer data hingga kecepatan 70 kbps dan teknologi EDGE (enhanced data rate for GSM evolution) yang transfer datanya hingga 384 kbps. Dengan GPRS, kita dapat mengirim MMS (Multimedia Message Services) atau akses Internet lebih mudah dan nyaman.

Ada beberapa keunggulan menggunakan teknologi digital dibandingkan dengan analog. Di antaranya kapasitas yang besar, sistem security lebih baik dan layanan lebih beragam. Untuk GSM keungulan utamanya, kemampuan roaming yang luas, sehingga dapat dipakai di berbagai negara dan pertumbuhannya dianggap paling pesat. Teknologi GSM sendiri sampai saat ini paling banyak digunakan di dunia, juga di Indonesia. Sedangkan sisi kelemahannya, kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps. Itu terjadi karena awalnya hanya dirancang untuk penggunaan suara.

  1. CDMA

Code Division Multiple Access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.

Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masa depan.

CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm.

CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.

  1. WIMAX

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.

Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.

Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.

 

Kenapa Lulusan SMP Bisa Lebih Sukses dan Lebih Makmur dibanding Lulusan S1 dan S2?

Ada anak ndeso lulusan SMP bernama Darmanto, yang kini jadi national internet expert dan berkantor dari rumahnya di desa Kranggil, Pemalang. Yang kedua, Afidz, lulusan SMP yang jadi juragan soto Lamongan dan bertekad segera mengumrohkan orang tuanya ke tanah suci.

Di sisi lain, kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Bulan masih tanggal 9, gaji sudah habis. Pening deh kepala.

Pertanyaannya : kenapa bisa begitu? Kenapa anak lulusan SMP bisa lebih makmur dibanding lulusan S2? Sajian pagi ini akan menelisiknya dengan gurih dan merenyahkan.

Memang tak jarang kita melihat pemandangan yang paradoksal seperti itu : saat orang-orang yang hanya lulusan SMP bisa begitu sukses, sementara ribuan sarjana S1 dan bahkan S2 mengeluhkan tentang penghasilannya yang katanya tidak mencukupi. Ketika saudaranya yang masih dalam lingkup satu institusi dinaikkan sementara saudara lainnya tidak naik. Gelombang protes muncul dimana-mana. Muncul istilah-istilah yang terkadang membuat kening ini berkerenyut. Anak Tiri, Bawang Merah – Bawang Putih atau istilah lainnya yang membuat kita tersenyum sendiri.

Setidaknya ada tiga elemen kunci yang barangkali bisa menjelaskan ironi getir semacam itu. Yaitu : The Power of Kepepet , The Darkness of Gengsi dan The Magic of Street Smart.

Faktor # 1 : The Power of Kepepet.

Mungkin orang-orang lulusan SMP itu bisa sangat sukses karena faktor kepepet. Justru karena kepepet, mereka sukses. Justru karena kepepet, mereka dipaksa melakukan something yang membuat mereka bisa melenting.

Sederhana saja, ijasah mereka hanyalah lulusan SMP. Dengan ijasah SMP, perkerjaan bagus apa yang bisa diharapkan? Tak ada pilihan lain : jika mereka ingin mengubah nasib lebih makmur, pilihannya adalah melakukannya dengan jalan merintis usaha sendiri.

Mereka dipepet oleh keadaan : mau hidup miskin selamanya (karena sulit dapat kerja dengan hanya

mengandalkan ijasah SMP) atau nekad membangun usaha sendiri yang berpotensi sukses besar.

Orang dengan ijasah S1 dan S2 mungkin tidak punya faktor kepepet seperti itu : ah, santai saja toh nanti saya pasti dapat pekerjaan. Dan begitu sudah dapat pekerjaan (meski dengan gaji seadanya), tetap tidak ada “faktor yang me-mepet” dirinya : ah meski gaji segini kan saya bisa tetap hidup oke.

Pelan-pelan, perasaan semacam itu membuatnya masuk ZONA NYAMAN (COMFORT ZONE). Dan persis disitu, faktor kepepet menjadi mati. Itulah sebabnya tidak banyak PNS yang berani Resign untuk mengambil keputusan besar meraih kesuksesan YANG LEBIH BESAR. Karena COMFORT ZONE telah merasuk kedalam jiwa dan sanubarinya yang paling dalam. Jadi PNS saja sudah alhamdulillah. Gak usah neko-neko. Nggolek dunyo gak ono entek e. Nek metu juga durung karuan. Nek gak nduwe duit yo nyilih koperasi sih entuk. Bank-Bank juga gelem karo SK PNS kok. He he he he… Hidup itu pilihan. Itulah bahasa penolakan yang sering kita dengar.

Padahal seperti yang kita lihat, faktor kepepet justru yang bisa memaksa orang – bahkan lulusan SMP sekalipun –untuk melakukan something extraordinary. Kepepet karena tidak banyak pilihan mungkin bukan kutukan. Ia justru berkah terselubung yang bisa membuat orang menapak jalan kesuksesan.

Faktor # 2 : The Darkness of Gengsi.

Orang-orang lulusan SMP mungkin tidak lagi punya gengsi. Lhah cuman lulusan SMP, apa lagi yang mau dipamerkan. Namun justru karena itu mereka tidak merasa rikuh untuk memulai usaha dari bawah sebawah-bawahnya : mulai dari pemulung misalnya, sebelum pelan-pelan merangkak menjadi juragan barang bekas.

Dan kisah orang sukses lulusan SMP banyak bermula dari jalur marginal seperti itu : mulai dari jualan gerobak bakso keliling di jalanan yang berdebu hingga punya 70 cabang. Mulai dari kuli keceh sablon hingga punya pabrik kaos sendiri.

Lulusan S2 dan S2 mungkin tidak punya keberanian seperti itu. Lhah saya kan lulusan S2, masak suruh dorong gerobak soto lamongan. Lhah, masak saya harus keliling kepasar-pasar
jualan kaos, kan saya sudah sekolah S1 susah-susah,bayarnya mahal lagi. Apa kata dunia?? (Dunia ndasmu le).

Dan persis mentalitas gengsi seperti itu yang barangkali membuat banyak lulusan S1 dan S2 menjadi yah, gitu-gitu deh nasib hidupnya.

Orang lulusan SMP tidak punya mentalitas gengsi seperti itu. Mereka mau berkeringat di jalanan yang panas dan berdebu, demi merintis impiannya menjadi juragan yang makmur dan kaya.

Faktor # 3 : The Magic of Street Smart.

Orang-orang lulusan SMP yang tak punya kemewahan berupa ijasah perguruan tinggi itu, mungkin dipaksa belajar dari kerasnya kehidupan di jalanan. Dari kerja keras mereka di jalanan yang panas dan berdebu dan penuh lika liku. Dan dari kerja keras di jalanan yang berdebu itu mungkin anak lulusan SMP tadi justru bisa mengenal “ilmu street smart” – KECERDASAN JALANAN yang tak akan pernah bisa diperoleh oleh para lulusan S1 dan bahkan S2 dari ruang kuliah yang acap “berjarak dengan realitas”.

Street smart yang mereka dapatkan dari jalanan itu pelanpelan kemudian bisa membuat mereka benar-benar lebih cerdas dibanding lulusan S1 dan bahkan S1; meski Cuma lulusan SMP.

Anak lulusan SMP yang langsung berjualan gerobak soto Lamongan mungkin bisa lebih cerdas tentang “ilmu pemasaran dan manajemen pelayanan pelanggan” dibanding anak-anak lulusan S1 yang sok belajar teori tentang customer service atau branding strategy (sic!).

Street smart barangkali yang ikut menjelmakan orangorang lulusan SMP untuk merajut jalan hidup sukses yang penuh kemakmuran.

Demikianlah, tiga elemen kunci yang boleh jadi merupakan pemicu kenapa lulusan SMP bisa lebih sukses dibanding lulusan S1 dan S2 :

The Power of kepepet,
The Darkness of gengsi dan
The Magic of street smart.

Redefine your future life. Renovate your future destiny.
Selamat Pagi.
Selamat Beraktivitas.
Semoga Segala Aktivitas kita hari ini bernilai ibadah disisi Nya. Amiiiin.

‪#‎penulis‬: dwiprahoroirianto. . . .

Mengatasi Play Store Tidak Bisa SignIn Karena Aplikasi Freedom

Sudah lama saya tidak update blog ini karena kesibukan kuliah (gaya banget hahaha).

kali ini saya akan berbagi trik bagaimana cara mengatasi play store yang tidak mau sign gara-gara aplikasi freedom.

Awal mula saya membaca sebuah postingan group smartphone di facebook dengan menggunakan aplikasi bbm kita bisa mendownload stiker secara gratis di BBM, nah saya langsung saja cari info di mbah google dan menemukan blog yang memberikan informasi tersebut dengan catatan jika aplikasi freedom berjalan maka play store tidak bisa digunakan maka aplikasi freedom harus di force stop alias diberhentikan dulu baru play store bisa digunakan tetapi pada kenyataannya play store tidak bisa di gunakan walaupun sudah di berhentikan, uninstall aplikasi freedom tersebut bahkan sampai factory reset pun malah tidak bisa masuk akun google.
Lalu berselancar lagi di mbah google dan menemukan caranya yaitu namun smartphone harus sudah di root :

– Install Root Explorer.apk download disini
– Berikan izin root
– Klik mount as R/W
– Masuk ke direktori berikut >> /System/etc/
– Cari file bernama “Host“
– Hapus file tersebut, kemudian reboot
– Sekarang coba buka Play Store anda kembali
– Taraaaa.. Google Play Store anda sudah bisa diakses lagi
cara tersebut bukan hanya karena masalah install aplikasi freedom tapi juga bisa di gunakan karena play store tidak bisa
sign in karena penyebab lain.
Semoga bisa membantu 🙂

SUMBER:http://shareonlyy.blogspot.com/

Radio komunikasi

Radio komunikasi

buat temen2 yang punya hobi Radio komunikasi alias brik-brikan,,,,nih ane mw bagi2 info buat nambah2 pengetahuan :
Etika Berkomunikasi:

A. Komunikasi Point to Point
1. Memantau dahulu / memonitor pada frekwensi / kanal yang diinginkan
2. Wajib menyebutkan 10-28 (callsign) & 10–20 (posisi / tempat) memancar
3. Menyebutkan 10-28 dan biasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan
4. Memberikan kesempatan / prioritas kepada penyampai berita-berita yang penting
5. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Mengatur jalur / kanal apabila muncul pertama kali di kanal / frekwensi
7. Apabila jalur / kanal sibuk sementara butuh komunikasi agak panjang dengan seseorang, sebaiknya bergeser (tidak memonopoli kanal/ frekwensi)
8. Menggunakan Kode Ten (kode 10) untuk efisiensi komunikasi
9. Membiasakan menulis di Log Book, dicatat dengan siapa berkomunikasi dan kapan / tanggal dan waktu komunikasi dilakukan
10. Menggunakan Nama Panggilan Juliet Zulu, No Daerah dan Suffiknya, contoh JZ12AR
11. Dilarang menjadi net pengendali apabila sedang dalam statiun bergerak

B. Komunikasi melalui Repeater / pancar ulang
1. Memonitor dahulu selama 3-5 menit
2. Memperhatikan siapa yang sedang berkomunikasi
3. Memperhatikan apa yang sedang dikomunikasikan. (penting/tidak)
4. Masuk pada spasi atau interval (tidak perlu menggunakan kata break atau contact), dengan menyebutkan Callsign (10-28) dan apabila ingin berkomunikasi / memanggil seseorang, langsung memanggil dengan menyebut 10-28 orang yang dipanggil (contoh: JZ12RMK memanggil JZ12MDK, maka pada jeda spasi JZ12RMK langsung masuk dengan mengatakan: JZ12MDK, JZ12RMK 10-25)
5. Tidak perlu tergesa-gesa, komunikasikan dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti / difahami
6. Berkomunikasi seperti pada kanal / frekwensi kerja biasa
7. Apabila ada hal yang bersifat darurat / emergency silahkan gunakan interupsi pada spasi / interval.
8. Jangan memonopoli frekwensi dengan berkomunikasi hanya dengan satu orang, dan selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang mau menggunakan pancar ulang
9. Membiasakan mengucapkan kata ganti pada akhir pembicaraan.
10. Memberikan kesempatan kepada pengguna di lapangan / stasiun bergerak yg menggunakan perangkat dengan kemampuan terbatas
11. Mengutamakan / memberikan kesempatan pada pembawa berita yg bersifat emergency / darurat
12. Tidak dianjurkan berkomunikasi melalui repeater dengan menggunakan peralatan penguat mikrofon seperti: Echo, ALC, dsb – karena audio justru akan menjadi melebar dan tidak nyaman bagi orang lain yg mendengarkan.

C. Penggunaan kata INTERUPSI
1. Apabila mau memotong / menyela pembicaraan disebabkan ada sesuatu informasi yang penting, gunakan pada saat jeda komunikasi atau spasi, kemudian masuk dengan menyebutkan identitas diri, Contoh : JZ12AR interupsi … dan yang sedang berkomunikasi sebaiknya mempersilahkan yg menginterupsi menggunakan frekwensi
2. Setelah selesai kepentingannya sebaiknya dikembalikan pada pengguna sebelumnya dengan mengucapkan : Terima Kasih
3. Kata Break atau Contact sebaiknya tidak dipakai, baik untuk keperluan menyela pembicaraan maupun apabila hanya ingin bergabung didalam pembicaraan / komunikasi
4. Apabila tidak ada sesuatu yang penting dan hanya ingin bergabung maka pada saat jeda / spasi cukup menyebutkan identitas diri, Contoh: JZ12AR masuk / bergabung atau cukup dengan menyebut JZ12AR saja
5. Apabila mengetahui ada yang mau bergabung, pengguna sebelumnya sebaiknya juga merespon, Contoh: Terdengar JZ12RMK, mohon bersabar satu dua kesempatan

PENGGUNAAN STASIUN KRAP
1. Stasiun KRAP hanya boleh digunakan untuk komunikasi radio dalam negeri
2. Stasiun KRAP dapat digunakan untuk kegiatan :
a. Hubungan persahabatan dan persaudaraan antar sesama anggota;
b. Pembinaan, penyuluhan dan kegiatan RAPI;
c. Bantuan komunikasi dalam rangka kegiatan kepramukaan, olah raga, sosial kemasyarakatan dan kegiatan kemanusiaan lain;
d. Penyampaian berita marabahaya, bencana alam, dan pencarian dan pertolongan (SAR).
3. Kegiatan KRAP di luar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam point (1) yang kegiatannya berskala nasional harus mendapat persetujuan Direktorat Jenderal sedang kegiatan yang berskala Daerah harus mendapat persetujuan Kepala Dinas Propinsi
4. Dalam kegiatan KRAP wajib menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Stasiun KRAP dilarang digunakan untuk :
a. Memancarkan berita yang bersifat politik, SARA, dan atau pembicaraan lainnya dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban;
b. Memancarkan pemberitaan / berita yang bersifat komersial;
c. Memancarkan berita sandi kecuali kode-10 (ten-code);
d. Berkomunikasi dengan stasiun KRAP yang tidak memiliki izin atau stasiun radio lain selain stasiun KRAP;
e. Disambungkan dengan jaringan telekomunikasi lain milik penyelenggara telekomunikasi;
f. Memancarkan berita merabahaya atau berita lain yang tidak benar;
g. Memancarkan informasi yang tidak sesuai peruntukannya sebagai sarana komunikasi radio antara lain memancarkan musik-musik, menyanyi, pidato, dongeng, pembicaraan asusila.
6. Stasiun KRAP atau perangkat KRAP dilarang digunakan sebagai sarana komunikasi untuk kepentingan dinas instansi pemerintah/swasta.
7. Stasiun KRAP dilarang digunakan di atas kapal laut atau di pesawat udara
8. Stasiun KRAP dengan seizin pemiliknya dapat digunakan oleh pemegang IKRAP lainny dengan mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku
9. Stasiun KRAP meskipun dengan sepengetahuan pemiliknya tidak diizinkan untuk digunakan oleh seseorang yang tidak memiliki IKRAP
10. Stasiun KRAP harus dapat dikenali dari nama panggilan yang setiap kali dipancarkan dengan menyebut nama panggilan (10-28) pada permulaan dan akhir komunikasi radio yang diselenggarakan, dilaksanakan paling sedikit setiap 3 (tiga) menit sekali

________________________________________
Ten Code

10-1 Sulit didengar // Penerimaan buruk 10-41 Mohon pindah ke jalur / channel …
10-2 Didengar jelas // Penerimaan baik 10-42 ADA KECELAKAAN DI …
10-3 Berhenti mengudara / memancar 10-43 Kemacetan lalu lintas di …
10-4 Benar // Dimengerti 10-44 Ada pesan untuk Anda
10-5 Ada pesan untuk disampaikan 10-45 Dalam jangkauan mohon melapor
10-6 Sedang sibuk kecuali ada berita penting 10-46 Memerlukan montir
10-7 Mengalami kerusakan // Tidak dapat mengudara 10-50 Mohon kosongkan jalur / channel
10-8 Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara 10-60 Apakah ada pesan selanjutnya ?
10-9 Mohon diulangi 10-62 Tidak dimengerti, melalui telepon saja
10-10 Penyampaian berita selesai 10-63 Tugas / pekerjaan dilanjutkan di …
10-11 Berbicara terlalu cepat 10-64 Pekerjaan telah selesai / bersih
10-12 Mengundurkan diri karena ada tamu 10-65 Menunggu berita lanjutan
10-13 Laporan keadaan cuaca / jalanan 10-67 Semua unit setuju
10-14 Informasi 10-69 Pesanan telah diterima
10-15 Informasi sudah disampaikan 10-70 KEBAKARAN DI …
10-16 Mohon dijemput / diambil di … 10-71 Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai
10-17 Ada urusan penting 10-73 Kurangi kecepatan di …
10-18 Sesuatu untuk kita 10-74 Tidak // Negatif
10-19 Bukan untuk Anda, harap kembali 10-75 Penyebab gangguan
10-20 Lokasi // Posisi 10-76 Dalam perjalanan ke …
10-21 Kontak / hubungan melalui telepon 10-77 Belum / tidak menghubungi
10-22 Melapor langsung ke … 10-81 Pesankan kamar di hotel …
10-23 Menunggu // Stand by 10-82 Pesankan kamar untuk …
10-24 Selesai melaksanakan tugas 10-84 Nomor telepon
10-25 Dapatkah menghubungi / kontak dengan … 10-85 Alamat
10-26 Pesanan terakhir kurang diperhatikan 10-89 Butuh montir radio
10-27 Pindah ke jalur / channel … 10-90 Gangguan pesawat televisi (TVI)
10-28 Nama panggilan // Callsign 10-91 Bicara dekat mikropon
10-29 Waktu hubungan / kontak habis 10-92 Pemancar perlu penyesuaian
10-30 Tidak menaati peraturan 10-93 Apakah frekuensi sudah tepat ?
10-31 Antena yang digunakan 10-94 Berbicara agak panjang
10-32 Laporan sinyal dan modulasi // Radio check 10-95 Mengudara dengan sinyal setiap 5 detik
10-33 KEADAAN DARURAT // EMERGENCY 10-97 Tes pada pemancar
10-34 Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini 10-99 Tugas selesai, semua orang selamat
10-35 INFORMASI RAHASIA 10-100 Akan ke kamar mandi
10-36 Jam berapa waktu yang tepat ? 10-200 BUTUH BANTUAN POLISI DI …
10-37 PERLU MOBIL DEREK DI … 10-300 BUTUH PEMADAM KEBAKARAN DI …
10-38 PERLU AMBULANS DI … 10-400 BUTUH PETUGAS KETERTIBAN UMUM DI …
10-39 Pesan sudah disampaikan 10-500 BUTUH BANTUAN PROVOST DI …
10-40 PERLU DOKTER 10-600 BUTUH BANTUAN GARNIZUN DI …
10-700 BUTUH BANTUAN S.A.R. DI …
10-800 BUTUH BANTUAN PERUSAHAAN LISTRIK DI …

________________________________________
Eleven Code / Kode Sebelas
Kode sandi komunikasi keadaan darurat
Disadur dari Eleven Code + dilengkapi
Kode Artinya

11-10 Report signal
11-11 Penerimaan kurang baik
11-12 Penerimaan bagus / sempurna
11-13 Keadaan cuaca
11-14 Butuh Informasi tentang….
11-15 Pesan dimengerti
11-18 Nomor telepon
11-20 Posisi / tempat kedudukan
11-21 Percakapan lewat telepon
11-23 Standby monitor
11-24 Mobil (pengemudi) bingung
11-25 Kepadatan lalu lintas jalan
11-26 Mobil mogok
11-27 Pindah kanal komunikasi ke
11-28 Identitas diri…
11-30 Informasi keadaan di TKP
11-31 Keadaan tenang, tidak mengkhawatirkan
11-33 Situasi darurat di…(TKP)
11-35 Pesan untuk disampaikan
11-36 Jam / penunjuk waktu
11-37 Kondisi terakhir / aktual
11-41 Minta ambulan
11-42 Minta paramedis
11-44 Keadaan memburuk
11-48 Penyedia jasa transport
11-50 Semua diam selain Pengendali
11-55 Pertemuan di…
11-56 Butuh tenaga relawan
11-57 Suasana gaduh / kacau
11-58 Pengerahan massa
11-66 Trafficlight mati
11-72 Kebakaran di…
11-73 Minta dikirim mobil pemadam kebakaran
11-75 Kantor / tempat kerja.
11-76 Arah / tujuan ke…
11-77 Banjir di aliran sungai…
11-78 Banjir lokal / setempat
11-79 Ada tabrakan, ambulance sudah di jalan
11-80 Tumburan dengan luka/kerusakan serius
11-81 Tumburan dengan luka/kerusakan ringan
11-82 Tumburan dengan kerusakan bangunan
11-84 Pengatur lalulintas manual
11-85 Minta mobil derek
11-86 Ancaman bom
11-87 Ada bom ditaruh
11-98 Koordinasi didarat
11-99 Under attack, immediate assistance required

________________________________________
Istilah Peradioan
Singkatan dan Artinya

a.c alternating current arus bolak balik
a.f. audio frequency getaran suara/bunyi
a.f.c. automatic frequency control pengaturan frekuensi secara otomatis
a.g.c automatic gain control pengatur penguatan secara otomatis
a.m. amplitudo modulation modulasi amplitudo
a.t.u. automatic tuning unit alat penyesuai frekuensi dan impendensi antene
b.f.o. beat frequency oscillator oscilator yang digunakan pada pesawat penerima jika menerima CW dan SSB
CB Citizen’s Band istilah Indonesia : KRAP
c.w. continuous wave berita Morse yang dikirimkan secara pancaran RF yang terputus-putus seirama dengan kode Morse
dB decibels unit satuan yang dipergunakan dalam perhitungan
perbandingan intensitas atas dasar perbandingan logaritmes
x2
dB = 10 log —–
xl
d.c. direct current arus searah
D.F Direction Finder alat untuk mencari arah datangnya pancaran RF dari sebuah pemancar radio
d.s.b. double side band Jems kelas siaran yang dapat dipersamakan dengan a.m.
e.h.t extremely high frequency klasifikasi frekuensi antara 30 – 300 Mega Hertz
e.h.L extra high tension tegangan listrik yang sangat tinggi
e.m.f. electro motive force salah satu satuan yang digunakan dalam ilmu listrik
e.r.p. effective radiated power daya pancar efektif
f.e.t. fiel effect transistor transistor jenis FET
f.m. frequency modulation
f.s.d. full scale deflection penunjukan jarum meter tertinggi
g.d.o grid dip oscillator alat untuk mengukur frekuensi resonansi dari rangkaian induktip dan kapasitip
h.f. high frequency klasifikasi frekuensi antara 3-Mega Hertz sampai dengan 30-Mega Hertz
h.t high tension tegangan listrik tinggi
Hz Hertz unit satuan yang dipakai dalam menyatakan nilai frekuensi
i.e. integrated circuit rangkaian elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang dipadukan menjadi satu dan dibentuk menjadi ujud yang sangat kecil
i.f. intermediate frequency frekuensi antara
I.f. low frequency klasifikasi frekuensi antara 30-kilo Hertz sampai dengan 300-kilo Hertz
l.o. local oscillator oscillator yang frekuensinya digunakan untuk digabungkan (mixing) dengan frekuensi utama
l.s.b. lower side band salah satu side-band yang dihasilkan oleh SSB
l.t low tension tegangan listrik rendah
l.u.f. lowest usable frequency frekuensi terendah yang dapat digunakan sebagai jalur komunikasi pada waktu tertentu
l.w. long wave gelombang panjang
m.u.f. maximum usable frequency frekuensi tertinggi yang dapat dipergunakan untuk komunikasi dengan pantulan ionosphere pada waktu tertentu
m.w. medium wave gelombang menengah
ab.f.m. narrow band frequency modulation kelas siaran FM yang menggunakan band yang sempit
p.c.b. printed circuit board pengawatan rangkaian elektronik yang tercetak
p. e.p peak envelope power daya (watt) khususnya dipakai pada SSB
p.tt push to talk cara berkomunikasi dengan menekan saklar bila berbicara
r.f. radio frequency
r.f.i. radio frequency interference gangguan-gangguan yang menyusup ke dalam pesawat radio
r.m.s. root mean square unit satuan listrik yang menyatakan nilai efektip dari arus bolak-balik
RTTY radio teletype sistem komunikasi radio dengan telex
RX receiver pesawat penerima radio
s.h. f. super high frequency klasifikasi frekuensi antara 3-Giga Hertz sampai dengan 30-Giga Hertz
s.s.b. single side-band kelas siaran yang memancarkan hanya salah satu side band saja
s.w. short wave gelombang pendek
s. w.g. standard wire gauge standardisasi ukuran kawat
s.w.1. short wave listener hobi seperti amatir radio akan tetapi hanya mendengarkan siaran radio dan tidak pernah memancar
s.w.r. standing wave ratio nilai perbandingan yang dapat menentukan besarnya daya yang hilang dan daya yang terpancar
TV1 television interference gangguan-gangguan yang menyusup ke dalam pesawat TV
u.h.f. ultra high frequency klasifikasi frekuensi antara 300-Mega Hertz sampai dengan 3.000-Mega Hertz
u.s.b. upper side-band salah satu side band yang dihasilkan oleh SSB
v.c.0. voltage controlled oscillator oscillator yang frekuensinya diatur oleh tegangan listrik
v.h.f. very high frequency klasifikasi antara 30-Mega Hertz sampai dengan 300-Mega Hertz
v.x.o. variable crystal oscillator oscillator kristal yang frekuensinya dapat dirubah-rubah

________________________________________
Cara memberikan laporan sinyal (Signaling Report)
Dalam berkomunikasi radio antar penduduk, rasanya tidak lengkap apabila kita tidak melakukan laporan sinyal kepada lawan bicara. Derajat kekuatan sinyal dapat dilaporkan sebagai berikut:

Strength (S)
1 = sinyal yang sayup-sayup
2 = sinyal yang sangat lemah
3 = sinyal yang lemah
4 = sinyal yang hampir lumayan
5 = sinyal yang lumayan
6 = sinyal yang baik
7 = sinyal yang mendekati kuat
8 = sinyal yang kuat
9 = sinyal yang sangat kuat

Cara memberikan laporan kekuatan sinyal, dapat dilakukan dengan dua cara:
1. dengan memberikan perkiraan kekuatan sinyal seperti apa yang tersebut diatas, yang selanjutnya dinyatakan dengan angka-angka 1 sampai dengan 9;
2. atau dengan cara membaca langsung pada S-meter yang terdapat pada pesawat KRAP, S-meter tersebut biasanya terdapat angka-angka dari 1 sampai dengan 9. Untuk melaporkan penerimaan lebih dari angka 9, dapat disebutkan… dB (decibel) di atas S-9.
Nilai untuk kualitas modulasi (readability), dapat dilaporkan sebagai berikut:

1 = sama sekali tidak terbaca
2 = kadang-kadang terbaca beberapa kata
3 = dapat dibaca dengan sedikit kesukaran
4 = dapat dibaca tanpa mengalami kesukaran
5 = benar-benar dapat dibaca dengan mudah

________________________________________
Alfabet
ALFABET INTERNASIONAL

A ALPHA
H HOTEL
N NOVEMBER
T TANGGO
B BRAVO
I INDIAN
O OSCAR
U UNIFORM
C CHARLIE
J JULIET
P PAPA
V VICTOR
D DELTA
K KILO
Q QUEBEC
W WHISKY
E ECHO
L LIMA
R ROMEO
X X-RAY
F FOXTROT
M MIKE
S SIERRA
Y YANKEY
G GOLF
Z ZULU

ALOKASI FREKUENSI
A. FREKUENSI HF
Band frekuensi kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan pada band HF untuk pelaksanaan kegiatan KRAP hanya bekerja pada band frekuensi 26.960 MHz sampai dengan 27.410 MHz dibagi menjadi 40 alur, yaitu :
Aluran MHz Aluran MHz
1 26,965 21 27,215
2 26,975 22 27,225
3 26,985 23 27,235
4 26,005 24 27,245
5 27,015 25 27,255
6 27,025 26 27,265
7 27,035 27 27,275
8 27,055 28 27,285
9 27,065 29 27,295
10 27,075 30 27,305
11 27,085 31 27,315
12 27,105 32 27,325
13 27,115 33 27,335
14 27,125 34 27,345
15 27,135 35 27,355
16 27,155 36 27,365
17 27,165 37 27,375
18 27,175 38 27,385
19 27,185 39 27,395
20 27,205 40 27,405
Khusus frekuensi 27,065 MHz (kanal 9) hanya digunakan untuk penyampaian berita gawat darurat.
Daya pancar maksimum yg diizinkan sebesar 12 Watt Peak Envelope Power (PEP).
PEP dalam hal ini ialah daya rata-rata yang dicantum pada saluran transmisi antena oleh suatu pemancar selama satu periode dari frekuensi radio, pada puncak selubung modulasi yang terjadi pada kondisi operasi yang normal.
Daya pancar tersebut tidak boleh dilampaui dalam semua keadaan operasi dan semua keadaan modulasi karena daya pancar yang berlebihan akan mengakibatkan gangguan pada sistem hubungan lainnya.
Dilarang disambung pada suatu penguat daya (external power amplifier) dengan cara apapun.

B. FREKUENSI VHF
Band frekuensi, kelas emisi dan lebar band maksimum yang diizinkan pada VHF untuk pelaksanaan kegiatan KRAP hanya bekerja pada band frekuensi 140,775 MHz sampai dengan 143,775 MHz, terdiri dari :
1. Penyelenggaraan KRAP point to point oleh organisasi maupun perorangan pada band pita frekuensi 140,775 MHz sampai dengan 143,775 MHz yang dibagi menjadi 120 alur frekuensi, dengan spasi kanal 25 KHz.:
PEMBAGIAN ALUR FREKUENSI VHF
BERDASARKAN KM 77/TH 2003
140.775 – 143.775 MHz (120 Aluran)
Aluran MHz Aluran MHz Aluran MHz
1 140.775 19 141.225 37 141.675
2 140.800 20 141.250 38 141.700
3 140.825 21 141.275 39 141.725
4 140.850 22 141.300 40 141.750
5 140.875 23 141.325 41 141.775
6 140.900 24 141.350 42 141.800
7 140.925 25 141.375 43 141.825
8 140.950 26 141.400 44 141.850
9 140.975 27 141.425 45 141.875
10 141.000 28 141.450 46 141.900
11 141.025 29 141.475 47 141.925
12 141.050 30 141.500 48 141.950
13 141.075 31 141.525 49 141.975
14 141.100 32 141.550 50 142.000
15 141.125 33 141.575 51 142.025
16 141.150 34 141.600 52 142.050
17 141.175 35 141.625 53 142.075
18 141.200 36 141.650 54 142.100

Aluran MHz Aluran MHz Aluran MHz
55 142.125 77 142.700 99 143.250
56 142.150 78 142.725 100 143.275
57 142.175 79 142.750 101 143.300
58 142.200 80 142.775 102 143.325
59 142.225 81 142.800 103 143.350
60 142.250 82 142.825 104 143.375
61 142.275 83 142.850 105 143.400
62 142.300 84 142.875 106 143.425
63 142.325 85 142.900 107 143.450
64 142.350 86 142.925 108 143.475
65 142.375 87 142.950 109 143.500
66 142.400 88 142.975 110 143.525
67 142.425 89 143.000 111 143.550
68 142.450 90 143.025 112 143.575
69 142.475 91 143.050 113 143.600
70 142.500 92 143.075 114 143.625
71 142.525 93 143.100 115 143.650
72 142.550 94 143.125 116 143.675
73 142.575 95 143.150 117 143.700
74 142.600 96 143.175 118 143.725
75 142.625 97 143.200 119 143.750
76 142.650 98 143.225 120 143.775

Band frekuensi dengan alur tersebut diatas merupakan band frekuensi yang digunakan bersama dan tidak khusus diperuntukkan bagi satu orang pemegang izin dan tidak pula dilindungi dari gangguan elektro-magnetik yang merugikan.
Setiap alur frekuensi dapat pula digunakan untuk penyampaian berita gawat darurat.
Daya pancar maksimum :

1. Perangkat pancar ulang (repeater) : 50 Watt.
2. Perangkat Induk : 25 Watt.
3. Perangkat Jinjing : 5 Watt.

Tidak boleh disambung pada suatu penguat daya (external power amlifier) dengan cara apapun juga.
2. Penyelenggaraan KRAP melalui Stasiun Pancar Ulang (Repeater), semestinya berada diluar alur komunikasi point to point. Namun berdasarkan KepMen No.77 Th 2003, alur untuk frekuensi repeater masih menggunakan alur pada alokasi Frekuensi seperti yang tercantum pada SK Dirjen Postel no. 92 th 94 (RX 142.000 TX 143.550 & RX 142.025 TX 143.575) yang artinya tidak sesuai lagi dengan alokasi frekuensi maupun pembagian alurnya. Karenanya untuk frekuensi repeater tidak di cantumkan disini sambil menunggu ketetapan / revisi lebih lanjut dari pemerintah.

sekian yang bisa saya sampaikan salam 51.55